Laman

Mengapa Air Dan Minyak Tidak Bisa Bersatu?

Air dan minyak sama-sama merupakan bagian penting dalam kehidupan kita. Coba kita pikirkan, jika tidak ada air, tentu kita akan susah untuk mendapatkan minum dan tentunya akan menyebabkan rasa haus. Lalu bagaimana jika tidak ada minyak? Tentu akan sulit juga. Minyak terbagi atas beberapa jenis dan beberapa kegunaan, contohnya minyak goreng untuk menggoreng makanan, minyak tanah untuk menyalakan kompor minyak, dan minyak bensin  (BBM) sebagai sumber tenaga bagi kendaraan bermotor. Keduanya sama-sama berguna dalam kehidupan kita.

Coba sekali-sekali sobat masukkan air ke dalam gelas kemudian masukkan juga minyak kedalamnya, lalu perhatikan baik-baik. Apakah keduanya menyatu? Jawabannya adalah tidak. Keduanya tidak akan bisa menyatu ataupun larut menjadi satu bagian. Lantas, mengapa air dan minyak tidak bisa bersatu?

Gbr 1. Air dan Minyak tidak dapat menyatu

Air dan minyak tak dapat menyatu karena kepadatannya berbeda. Kepadatan adalah perbandingan massa pada setiap benda dengan standar volume tetap. Kepadatan air lebih besar daripada minyak. Jadi, jika keduanya dimasukkan ke wadah yang sama, air yang kepadatannya lebih besar akan turun, sedangkan minyak yang kepadatannya kecil akan mengapung. Keduanya tidak bisa menyatu. Namun jika dituangkan ke dalam minyak mendidih, air akan bercipratan ke mana-mana. Dan dalam sekejap cipratan air itu akan berubah jadi uap.

Waktu memasak, suhu minyak mencapai 160-200 derajat, sedangkan air mendidih pada suhu 100 derajat. Mendidih adalah proses perubahan cairan menjadi uap. Jika air dimasukkan ke minyak bersuhu 200 derajat, maka seketika akan berubah jadi uap. Saat itu volume air membesar sehingga menimbulkan letupan kecil yang muncrat ke mana-mana.

No comments:

Post a Comment